• SMA NEGERI 1 CIBINONG CIANJUR
  • SUCCES IS OUR GOAL

ARTIKEL

Deforestasi di Indonesia 

 

Oleh

Muhamad Nurul Ulum 

 

       Deforestasi adalah kerusakan hutan akibat pembalakan hutan secara berlebihan untuk kepentingan pribadi atau industri. Indonesia sendiri memiliki hutan terluas ketiga di dunia, mencakup hutan tropis dan sumbangan dari hutan hujan Kalimantan dan Papua. World Wide Fund for Nature (WWF) melaporkan, lebih dari 170 juta hektare hutan dunia akan menghilang secara pesat hingga 2030 mendatang dan Indonesia termasuk dalam daftar 11 wilayah yang terkonsentrasi deforestasi tinggi. Seperti yang terjadi di berbagai negara, hutan Indonesia mengalami ancaman deforestasi yang terus membayangi keberlangsungannya. Dalam buku rekor dunia Guinness pada awal tahun 2000-an Indonesia pernah tercatat sebagai negara tropis dengan laju deforestasi tertinggi di dunia, yakni dua juta hektare per tahun. Deforestasi merupakan proses berkurangnya tutupan hutan yang diakibatkan oleh berbagai faktor baik aktivitas manusia hingga faktor alam.  Proses ini mengubah kawasan berhutan menjadi lahan non-hutan. Deforestasi biasanya terjadi karena pembukaan lahan untuk pertanian, perkebunan, pemukiman, pertambangan, hingga pembangunan infrastruktur. Dalam konteks lingkungan, selain penebangan pohon, deforestasi juga memiliki makna hilangnya fungsi hutan sebagai penyangga ekosistem. Hutan yang kehilangan fungsinya menyebabkan terganggunya keseimbangan alam yang menyebabkan peningkatan risiko bencana alam. 

       Deforestasi melibatkan banyak pihak termasuk pihak pihak yang membuka lahan untuk keperluan perumahan, industri, dan pertambangan dengan skala besar sehingga memerlukan waktu yang lama untuk alam memperbaiki kondisi nya seperti sedia kala. Kami juga menemukan bahwa perkebunan kelapa sawit dan hutan tanaman industri, terutama untuk industri pulp dan kertas, merupakan dua kontributor utama terhadap hilangnya hutan di Indonesia. Hampir 1,6 juta hektar (4 juta acre) dan 1,5 juta hektar (3,7 juta acre) hutan primer  atau setara dengan suatu wilayah yang lebih besar dari Swiss telah berubah menjadi perkebunan kelapa sawit dan hutan tanaman industri.

         Titik deforestasi terparah di Indonesia adalah di wilayah Sulawesi, Kalimantan, dan Papua, semuanya didominasi oleh perkebunan dan pertambangan. Walau lajunya cenderung turun, faktanya hingga kini masih banyak daerah Deforestasi yang kehilangan tutupan hutan, terutama di provinsi kaya-hutan. Angkanya pun cukup signifikan. Berdasarkan data Yayasan Auriga Nusantara, tutupan hutan alam nasional di Indonesia mencapai 88 juta hektare. Dari angka tersebut, 80% berada di 10 provinsi kaya-hutan, seperti Papua, Papua Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Aceh, Maluku, dan Maluku Utara. Hutan alam terluas tumbuh megah di Tanah Papua, angkanya mencapai 33,84 juta hektare. Sementara itu, di Pulau Borneo tercatat tutupan hutan seluas 7,27 juta hektare berada di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur 6,49 juta hektare, Kalimantan Utara 5,66 juta hektare, dan Kalimantan Barat 5,51 juta hektare. Di wilayah timur, Kepulauan Maluku memiliki tutupan hutan seluas 4,98 juta hektare dan Sulawesi Tengah 3,80 juta hektare. Di sebelah barat, tepatnya Nangroe Aceh Darussalam, kanopi hutannya mencapai 3,06 juta hektare.

          Indonesia pernah menyentuh angka deforestasi tertinggi pada tahun 1990-an dimana hampir setengah dari hutan Indonesia menghilang. Kerusakan hutan di Indonesia sudah mencapai titik kritis. Pada periode 1990 hingga 2001 laju deforestasi (penebangan hutan) mencapai dua juta hektare per tahun. Angka ini meningkat dua kali lipat dibanding 1980-an. Akibatnya, dalam 50 tahun terakhir, tutupan hutan (lahan tempat pepopohan dominan -Red) di Indonesia berkurang dari 162 juta hektare menjadi 98 juta hektare. Setengah dari luas tutupan hutan saat ini sudah mengalami degradasi dan telah terpotong oleh jaringan jalan, jalur akses lainnya, serta oleh berbagai bentuk kegiatan pembangunan, seperti perkebunan dan hutan tanaman industri. 

      Deforestasi masih terus berlanjut karna beberapa faktor, terutama faktor ekonomi. di mana masih banyak kegiatan pembukaan lahan secara pribadi maupun industri untuk menghasilkan keuntungan, adapun faktor lain adalah karna tatakelola lahan yang buruk di mana banyak pihak yang memberi izin untuk pertambangan dan perkebunan tanpa memperdulikan kelangsungan hidup hutan.

     Menanggapi isu deforestasi yang telah menjadi momok bagi Indonesia, pemerintah telah mengeluarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Implementasi kebijakan ini merupakan solusi deforestasi yang mengikat, dan inklusif dengan mengajak partisipasi setiap golongan. Perusahaan dapat menerapkan kebijakan ini dengan sarana pemanfaatan hutan dan menjaga kelestarian alam melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

         Kegiatan reboisasi atau restorasi hutan merupakan solusi deforestasi paling simpel, namun juga memiliki pengaruh krusial yang paling pasti. Selain menghidupkan kembali kawasan hutan, manfaat dari restorasi hutan ini juga bersifat jangka panjang.Pengembangan hutan tanaman dan agroforestry merupakan alternatif unik dalam melakukan restorasi hutan. Agroforestri adalah sistem usaha tani yang menggabungkan konsep tanaman pertanian dan tanaman kehutanan demi meningkatkan keuntungan dan memberikan nilai tambah ekonomi. Intisari dari agroforestri adalah kegiatan menanam pohon dengan sistem pertanian. Hal ini dilakukan dengan memadukan kegiatan pengelolaan hutan dengan penanaman tanaman jangka pendek, yang mana pada satu kawasan hutan akan ada pepohonan homogen maupun heterogen yang diselaraskan dengan satu atau lebih jenis tanaman pertanian. Keuntungan melakukan agroforestri adalah masyarakat akan mendapatkan hasil dari lahan hutan tanpa perlu menunggu waktu panen karena dapat memperoleh hasil dari tanaman pertanian baik perbulan atau pertahun tergantung jenis tanaman pertaniannya. Disamping itu, produktivitas tanaman kehutanan akan meningkat karena terdapat pasokan unsur hara, juga pupuk dari pengolahan tanaman pertanian serta daur ulang sisa tanaman.

        Alam memberikan kehidupan bagi kita, Oleh sebab itu mari kita lestarikan alam agar tetap terjaga keindahannya hingga anak cucu kita nanti. Kita harus menegur orang-orang yang tak bertanggung jawab merusak alam, sebelum alam yang menegur kita semua. Mari menanam pohon mulai dari lingkungan sekitar kita, karena langkah kecil hari ini menentukan langkah besar di kemudian hari.

 

                                                                                                            2026



                                                                         Penulis merupakan siswa kelas 12

                                                                         SMA Negeri 1 Cibinong Cianjur

 

 

 

 

Sumber artikel

 

https://data.goodstats.id/statistic/10-provinsi-dengan-deforestasi-terbesar-2024-oroqk#goog_rewarded 

https://lindungihutan.com/blog/solusi-deforestasi-dan-apa-yang-bisa-dilakukan/ 

https://www.nationalgeographic.com/environment/article/deforestation 

https://www.gramedia.com/literasi/deforestasi-pengertian-dampak-upaya-dan-contoh-nyata-yang-harus-kamu-ketahui/

https://wri-indonesia.org/id/wawasan/satu-dekade-deforestasi-di-indonesia-di-dalam-dan-di-luar-area-konsesi 

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Fenomena dan Sejarah Singkat One Piece

Latar belakang munculnya bendera One Piece di Indonesia, khususnya menjelang HUT ke-80 Republik Indonesia, adalah sebagai bentuk ekspresi kreatif dan simbolik dari masyarakat, teru

21/08/2025 02:42 - Oleh Admin - Dilihat 456 kali
Apa Itu AI?

  AI adalah singkatan dari Artificial Intelligence atau Kecerdasan Buatan. Secara sederhana, AI adalah teknologi yang memungkinkan komputer atau mesin untuk berpikir dan bertind

21/08/2025 01:59 - Oleh Admin - Dilihat 276 kali
Komunitas Belajar sebagai Wadah Peningkatan Kompetensi dan Keprofesian

Oleh Iman Taufik, S.Pd Sejak kurikulum merdeka diluncurkan kemdikbudritek tahun 2022, istilah Kombel (Komunitas Belajar) mulai menggaung dalam ke seharian di sekolah melalui program se

30/07/2025 14:24 - Oleh Admin - Dilihat 588 kali
PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERBASIS NILAI-NILAI KEBAJIKAN

Oleh Iman Taufik, S.Pd. Menjadi seorang pemimpin, baik pemimpin pembelajaran maupun pemimpin di sekolah (KS) tentunya sering di hadapkan dengan situasi dilema pada saat memutusan sebua

12/08/2024 04:18 - Oleh Admin - Dilihat 1950 kali
Kearifan Lokal dalam Pengembangan Produk Olahan Singkong, Pisang, dan Aren: Peluang dan Tantangan di Cibinong Cianjur

Oleh Yuhani Kurniasih, S.Pd   Pendahuluan Cibinong Cianjur, sebuah daerah yang subur di Indonesia, memiliki potensi besar dalam produksi singkong, pisang, dan aren. Tumbuhan-tum

14/11/2023 02:35 - Oleh Admin - Dilihat 1825 kali