• SMA NEGERI 1 CIBINONG CIANJUR
  • SUCCES IS OUR GOAL

Membaca “Bumi Manusia”: Membaca Kompleksitas Logika dan Rasa

Oleh Tyas A. Madha

“Bumi Manusia” adalah buku pertama dari roman tetralogi maha karya Pramoedya Ananto Toer. Buku yang telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 25 bahasa asing dan meraih berbagai penghargaan internasional ini berpusat pada seorang pemuda bangsawan modern yang disebut Minke, perempuan muda yang kelak diperistrinya yaitu Annelies, dan seorang nyai pekerja keras –ibunda dari Annelies- yang dipanggil dengan nama Nyai Ontosoroh. Roman sejarah ini mengambil latar tempat di pulau Jawa pada masa kolonialisme Belanda khususnya pada masa politik Balas Budi tengah diberlakukan, saat dimana benih-benih kesadaran pendidikan dan modernisme mulai merambah kalangan pribumi yang terjajah.

Sebagai sebuah buku tebal dengan cerita sepanjang lebih dari 500 halaman, buku ini sama sekali tidak membosankan. Begitu menariknya hingga sejatinya terasa sulit mengisahkan ulang ceritanya menjadi sebuah sinopsis yang ringkas. Setiap detil kejadiannya adalah alasan bagi kejadian berikutnya. Kejutan-kejutan terjadi dengan halus namun berkesan, tanpa dapat diduga. Pokok cerita bertumpu pada jalinan cinta manusia dan segala masalah yang timbul akibatnya dengan konflik dimulai dari perkenalan Minke dengan Annelies yang disebutkan secantik bidadari namun seorang wanita pekerja keras nan mandiri dengan kesehatan mental yang limbung. Ibunda Annelies tak kalah misterius. Nyai Ontosoroh dikisahkan sebagai perempuan terbuang dari kasta hina karena ia seorang gundik Belanda namun kecerdasan dan keras kerasnya membuat gelimangan harta dan kemakmuran berpihak padanya. Minke –seorang pelajar sekolah, keturunan bupati namun memilih untuk bersikap modern- tak disangka berhasil merebut hati Annelies dan Nyai Ontosoroh. Kisah cinta-kasih sayang , yang seharusnya adalah topik paling universal dan biasa di dunia ini, yang terjadi di antara ketiganya itulah yang kemudian menjadi rangkaian peristiwa pembongkar kerumitan hati dan cara berpikir manusia bercampur norma, budaya, sejarah, dan kondisi masyarakat Hindia Belanda saat itu.

Salah satu sebab kuat mengapa buku ini tak bisa membosankan adalah bagaimana kita sebagai pembaca diajak menyelami berbagai karakter yang bersahaja namun sekaligus ruwet dan unik. Setiap bangunan karakter inilah yang menyajikan berbagai sudut pandang dan cara berpikir yang akan membuat kita terpukau oleh betapa kuat tapi rapuhnya manusia, betapa cerdas namun bodohnya ia, atau betapa bijak namun egoisnya pula. Benar. Cerita ini mampu menggali manusia hingga kedua sisi kehidupannya sekaligus memperlihatkan bahwa manusia memang bukan mahluk ajeg, statis, dan serupa. Setiap masalah dan situasi adalah faktor pendorong manusia menjadi begini atau begitu dan segala sesuatunya dapat terjadi ke arah yang tak kita prediksi. Buku ini secara terang-terangan memperlihatkan pada kita untuk tidak dangkal dalam berpikir, tidak sempit dalam melihat, dan tidak menghakimi apapun.

Hal lain yang luar biasa menonjol dari buku ini adalah bagaimana ia meletakkan perspektif sejarah dengan jelas dan benderang. Buku ini secara halus membawa kita pada masa dimana Belanda tengah mencengkeram bumi pertiwi dan menjatuhkan kita di tengah-tengah hiruk-pikuk berbagai ide dan kondisi yang nyata terjadi saat itu. Bagaimana situasi pribumi, gaya para Indo, dan pergerakan pemikiran yang tengah menggelombang terekam pada berbagai latar dan uraian kisah. Buku ini sungguh roman sejarah yang patut diperhitungkan.

Membaca Bumi Manusia adalah sebuah pengalaman yang tak terbandingkan. Dahaga saya akan sebuah karya yang berbobot dan cerdas terpuaskan olehnya. Buku ini menyadarkan saya bahwa karya sastra memang bisa sangat indah dan berkelas. Buku ini pula yang membangunkan saya untuk melihat bangsa Indonesia memiliki manusia-manusia ajaib dengan kualitas teramat istimewa. Buku ini sekaligus mengguncang saya untuk mengakui bahwa saya kurang berusaha menghargai dan mencintai keindahan-keajaiban itu. Buku ini pada akhirnya menohok kedangkalan pikir saya akan keyakinan bahwa saya sudah cukup tahu semuanya.

Buku ini adalah buku yang membuat saya memikirkan ulang banyak hal. Itulah bagian terbaik darinya yang bisa saya simpulkan bagi Anda semua.

Sumber Gambar : https://www.blibli.com/p/elex-media-komputindo-bumi-manusia-by-pramoedya-ananta-toer-buku-novel/ps--KOS-26465-00032

Penulis merupaka Guru Bahasa Inggris SMA Negeri 1 Cibinong Cianjur

Komentari Tulisan Ini